Selalu Mawas Diri

Di sebuah pohon, terdengar suara tonggeret yang amat keras. Olala, tonggeret tak menyadari bahwa suaranya yang keras telah menarik perhatian belalang untuk menangkapnya.

“Kebetulan sekali, aku sedang Iapar, Aku akan menangkapmu,” ucap belalang sambil mengendap-endap mendekati tonggeret. Tonggeret sama sekali tak menyadari keberadaan belalang di belakangnya. Tetapi, rupanya di pohon yang sama, ada seekor burung yang sedang memperhatikan belalang.

“Dasar belalang bodoh! Aku sedang kelaparan, tapi malah kau datang sendiri kepadaku," ujar burung itu. Burung pun ikut mengendap-endap untuk menangkap belalang.

Begitu pula déngan si burung. Ia tak tahu bahwa di bawah pohon, ada seorang anak kecil dengan katapelnya sedang mengintainya.

“Malam ini, aku akan meminta ibuku untuk memasak daging burung,” batin anak kecil itu.
Anak kecil itu Ialu mengambil sebuah batu kecil. Ia mulai mengincar burung yang berada di atas pohon itu. Dalam hitungan ketiga, anak kecil itu melepaskan katapelnya.

Plak! Batu dari katapel tepat mengenai si burung. Seketika, burung itu jatuh ke tanah.
Anak kecil itu sangat senang, karena ia berhasil membawa pulang burung hasil tangkapannya.


Barulah tonggeret menyadari keberadaan belalang. Begitu pula dengan belalang, ia baru menyadari keberadaan burung yang mengintainya.Tonggeret dan belalang pun kabur ketakutan, menjauh dari pohon tersebut.

Ah, para binatang di pohon itu asyik berburu makanan dan tak memperhatikan sekitar. Mereka tak wawas diri, sehingga mereka tak mengetahui bahaya yang mengancam mereka.

Pesan moralSelalu berhati-hati jika berada ditempat yang belum kau ketahui. Ingat, bahaya bisa datang sewaktu-waktu.