Pohon Oak dan Labu

Suatu hari, ada seorang petani yang sedang bersandar di pohon Oak. Ia merasa lelah karena sudah seharian bekerja di ladang. Ia lalu melihat pemandangan di sekitarnya. Ia melihat ke arah sebuah labu.

Kenapa Tuhan menciptakan pohon labu seperti itu? Batangnya sangat kecil, namun buah labu sangat besar. Rasanya tidak sesuai. Harusnya pohon labu besar sesuai dengan buahnya. Harusnya pohon labu seperti pohon Oak ini, besar dan kokoh, pikir si Petani.

Si Petani merasa janggal dengan ciptaan Tuhan. Waktu pun terus berlalu. Angin dan udara segar membuatnya mengantuk. Ia akhirnya tertidur. Disela tidurnya yang nyenyak, tiba-tiba saja buah oak jatuh tepat kehidungnya.ia spontan terbangun dan merasa kesakitan. Hidungnya berdarah.

“Ya ampun, hidungku berdarah terkena buah oak yang jatuh. Bagaimana jika seandainya buah labu yang jatuh menimpaku. Tentu akan lebih parah lagi. Aku mengerti sekarang, ternyata Tuhan menciptakan sesuatu sesuai dengan perhitungannya.”

Sejak itu, petani tidak meragukan ciptaan Tuhan lagi.

Nasihat :Kita tidak boleh meragukan ciptaan Tuhan. Semua yang diciptakan di dunia ini adalah sudah diatur oleh Tuhan.