-->

Lumba-Lumba Penolong

Suatu hari, ada sekumpulan lumba-lumba berenang di tengah laut. Mereka menyelam kesana kemari dengan bahagianya. Saat itu, mereka mendengar suara minta tolong dari kejauhan. Pendengaran lumba-lumba sangatlah tajam. Mereka dapat mendengar suara dari tempat yang jauh, bahkan hingga tepi pantai.

“Pasti ada manusia yang tenggelam dan meminta tolong,” kata salah satu lumba-lumba.

“Apa yang harus kita lakukan?” tanya lumba-lumba lainnya.

“Kita berenang saja kesana menolongnya. Kita bawa dia kepinggir laut!”

“Tidak. Jangan! Kita bisa saja ditangkap manusia yang tidak punya perasaan. Seperti dulu teman kita yang menyelamatkan manusia. Bukannya berterima kasih, tetapi malah menangkap dan dijadikan lumba-lumba sirkus,” jawab lumba-lumba paling tua.

“Jika tidak ditolong, ia bisa mati tenggelam,” Kata Dobi, lumba-lumba paling kecil.

“Aku tidak mau. Biarkan saja, pasti ada manusia lain yang menolong nanti,” jawab Dolpi, lumba-lumba yang paling tua tadi.

“Aku akan menolongnya!” ucap Dobi.

“Jika sesuatu terjadi padamu, kami tidak akan menolongmu,” jawab Dolpi.

Lumba-lumba lain diam. Hanya Dobi yang berani menyelam dan berenang ketepian pantai untuk menyelamatkan manusia tersebut.

Saat tiba di tepi pantai, Dobi langsung menemukan arah suara itu. Ia berenang dengan cepat ke tubuh manusia itu. Ternyata yang ditolongnya adalah seorang anak kecil. Anak kecil itu sudah melemah.

Dobi sangat khawatir dan berenang secepat mungkin ke tepi pantai agar manusia lain dapat menolong anak itu. Dan saat melihat kerumunan manusia di tepi pantai, ia langsung mendorong tubuh anak itu agar manusia-manusia tersebut mengambilnya. Seorang Bapak berlari mendekat, lalu mengangkut tubuh anak kecil itu.

Tak lama, anak kecil itu terbatuk-batuk dan sadarkan diri. Dobi tiba-tiba teringat nasihat Dolpi. Ia takut manusia itu akan menangkapnya. Ia lalu berusaha menyelam kembali ke laut. Namun, sebuah suara menghentikannya.

“Tunggu lumba-lumba yang baik hati!” Dobi berenang sebentar kepermukaan dan melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata orang itu adalah ayah dari anak yang ditolongnya.

“Terima kasih atas kebaikanmu. Untuk membalas jasamu, aku akan mengembalikan semua lumba-lumba yang dijadikan lumba-lumba sirkus. Aku akan membawa mereka kembali ke laut. Aku berjanji.” Ucap laki-laki itu.

Ternyata, orang itu adalah salah satu pemilik lumba-lumba sirkus. Ia sadar akan kebaikan lumba-lumba dan tidak ingin menyakiti lumba-lumba lagi.

Dobi langsung tersenyum. Ia sangat bahagia mendengarnya. Pertolongan yang diberikannya membuahkan hasil. Ia berhasil tidak berburuk sangka kepada manusia dan tetap menolong anak kecil itu walau semua teman-temannya melarang.


Nasihat :Jadilah seorang penolong yang pemberani dan selalulah berpikir positif
Show Comments