Kisah Monyet Dan Burung Merpati

Seekor monyet bergantung di pohon saat seekor burung merpati terbang di atasnya. Monyet itu memanggil burung merpati tersebt dan mengajaknya bicara. Burung merpati itu pun turun dan bertengger di dahan pohon. Ia berada disamping si Monyet.

“Ada gerangan apa kau memanggilku, Monyet?” tanya Merpati.

“Sebenarnya aku cemburu melihatmu,” kata si Monyet. “Kau memiliki sayap dan bisa terbang kemanapun kau suka. Kau juga punya bulu yang putih dan indah. Semua orang menyukaimu.”

“Kau tidak boleh cemburu padaku. Bukankah kau juga memiliki tangan yang kuat dan kemampuan melompat luar biasa? Kau juga memiliki ekor panjang yang indah,” kata Merpati.

“Tapi, aku ingin terbang sepertimu.”Kata Monyet.

“Kita harus mensyukuri apapun yang diberikan kepada kita. Ini adalah bentuk terbaik yang Tuhan ciptakan untukmu. Setiap makhluk punya kelebihan dan kekurangan,” jawab Merpati.

“Andai satu hari saja aku bisa berubah menjadi burung sepertimu. Aku ingin terbang,” ucap Monyet. Tiba-tiba keajaiban terjadi. Tubuh monyet berubah menjadi burung merpati. Ia  bisa terbang. Ia sangat senang.

“Lihat, Merpati. Aku sama sepertimu. Tuhan mengabulkan permintaanku,” ucap Monyet bangga. Ia mengepakkan sayapnya dan terbang kesana kemari.

“Hati-hatilah jika terbang. Bisa jadi ada burung yang lebih besar mengejarmu. Jangan sembarangan bertengger di pohon. Perhatikan baik-baik apa ada ular bersarang di atasnya,” ingat Merpati.

Monyet tidak menggubris kata-kata Merpati. Ia terbang berjam-jam hingga perutnya lapar. Ia melihat sebuah pohon apel di tengah hutan. Ia pun turun dan bertengger di dahan pohon. Ia menikmati buah apel. Tanpa disadarinya, seekor ular mendekatinya. Setelah dekat, ular itu menyambar kakinya.

Monyet berusaha melepaskan diri. Setelah berusaha, kakinya bisa lepas namun luka parah. Ia sangat menyesal karena tidak mendengar nasihat Merpati. Ia juga menyesal karena tidak mensyukuri tubuhnya yang berbentuk monyet. Ia rindu menjadi monyet lagi.

Monyet segera meminta kepada Tuhan untuk dikembalikan seperti semula. Doanya dikabulkan. Ia berubah menjadi monyet. Namun, ia tidak bisa melompat dengan lincah lagi karena kakinya luka.

Nasihat :Kita harus mensyukuri apapun yang diberikan kepada kita dan tidak perlu cemburu pada apa yang diberikan kepada orang lain. Setiap makhluk memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.