Pangeran Cilik yang Usil

Suatu hari, raja hendak pergi berburu, sekaligus mengajari Pangeran Cilik berburu di hutan. Pangeran Cilik merasa sangat senang dan bersemangat. Raja dan Pangeran Cilik, serta rombongan pun pergi ke hutan.

Setelah Iama berjalan, akhirnya raja melihat seekor rusa yang sedang merumput.

“Wah, ada buruan,” ucap raja sambil menyiapkan busurnya.

Di belakang raja, Pangeran Cilik pun melihat rusa itu. la ingin memanahnya.

“Ayah, biar aku saja yang memanah,” pinta Pangeran Cilik.

“Tidak, anakku. ini tangkapan besar Biar aku yang memanahnya,” tolak raja.

Pangeran Cilik merasa kecewa. Ia sangat ingin memanah rusa itu. Olala, tanpa sepengetahuan raja, Pangeran Cilik menarik busur dan mengarahkannya ke rusa.
Hup!!!

Anak panah dilepaskan dari busurnya. Tapi sayang, bidikan Pangeran Cilik meleset dan tidak mengenai rusa. Rusa yang menyadari ada pemburu, segera berlari amat kencang.

Melihat rusa itu berlari karena keusilan Pangeran Cilik, raja pun kesal.

“Sudah aku bilang, aku yang akan memburunya. Lebih baik kamu bersama pengawal saja jangan menggangguku,” ucap raja.

Pangeran Cilik pun ikut kesal. Rombongan Ialu kembali melanjutkan perburuan. 

“Wah, ada seekor burung. Bisa untuk makan malam,” gumam raja ketika melihat burung di atas pohon.

Pangeran Cilik juga melihat burung itu. Tapi ia ingat, ayahnya menyuruhnya untuk tidak mengganggu. Pangeran Cilik kembali merasa kesal. la pun mempunyai ide untuk meluapkan kekesalannya.

Pangeran Cilik mengambil batu kecil dari tanah, Ialu melemparkannya ke pohon tempat burung itu hinggap. Burung yang hinggap di pohon pun kaget, Ialu terbang menjauh sebelum raja memanahnya.

Dengan perasaan kesal, raja menatap Pangeran Cilik.Tapi, Pangeran Cilik berpura-pura tak tahu apa-apa. Ah, raja tak mungkin menyalahkannya tanpa bukti.

Rombongan raja Ialu melanjutkan perburuan. Namun, Pangeran Cilik terus mengganggu raja.

Malam pun tiba. Rombongan itu lalu mendirikan tenda di pinggir sungai. Tapi sayangnya, karena keusilan Pangeran Cilik terus-menerus, tak ada satu pun binatang yang berhasil diburu. Akibatnya, mereka tak bisa makan apa pun malam ini.

Pangeran Cilik menyadari kesalahannya dan menyesal. Hari sudah malam, dan mereka tak bisa berburu Iagi. Padahal, perutnya sudah berbunyi dari tadi. Ia pun terpaksa menahan lapar.

Pesan Moral
Kawan, jangan suka usil. Nanti kita sendiri yang rugi.