Cerita dari Istana Kurcaci

Mundus adalah Kurcaci yang baik hati. Setelah mendapat banyak buah, Mundus membawa sekantong buah itu ke istana para kurcaci. Erasmus, kurcaci jahat, memperhatikannya sedari tadi. Ia berencana mencuri sekantong buah milik Mundus.




Mundus yang kelelahan selama perjalanan memutuskan beristirahat di bawah pohon rindang. Ia tertidur. Saat itulah Erasmus mencuri kantong buah Mundus. Erasmus berlari cepat ke istana. Saat Mundus bangun, ia tak menemukan kantong buahnya. Ia sangat sedih dan kesal.

“Hei, Mundus, kenapa kau tidak membawa apa-apa dari hutan?” ejek Erasmus saat melihat Mundus datang tanpa membawa apa-apa.
“Aku tadi membawa sekantong buah. Namun saat tertidur, seseorang mencuri kantong buahku,” kata Mundus polos.

“Hahaha! Lihatlah aku. Aku mendapat buah sangat banyak,” kata Erasmus sombong.
Peri hutan yang mendengar ucapan Erasmus segera mengubah isi kantong buah curian itu menjadi buah-buahan yang busuk dan berulat.

“Mari kita buka di tengah lapangan. Aku sudah mengumpulkan semua kurcaci. Mereka sangat senang kepadaku,” kata Erasmus dengan sombongnya.

Para kurcaci sudah tidak sabar melahap buah-buahan segar itu. Namun, ketika Erasmus membuka kantong buahnya, semua kurcaci sontak menutup hidung. Ternyata buah-buahanya sudah membusuk dan berulat. Mereka pun marah kepada Erasmus karena merasa dibohongi.

Nasihat :Mencuri dan mengambil milik orang lain itu perbuatan yang tidak bagus. Jika ingin punya seperti orang lain, berusahalah sendiri.