Petani Jagung dan Monyet Pencuri

Ada seorang petani yang rajin bekerja. Ia memiliki kebun jagung yang sangat luas. Ia sangat rajin merawat dan menyiram tanaman jagungnya. Suatu hari, jagung-jaung itu sudah besar dan ranum. Ia pun berniat untuk memanen jagungnya besok bersama keluarganya.




Malamnya, seekor Monyet yang nakal datang ke ladang jagung milik petani. Ia berencana untuk mencuri jagung milik Petani. Ia datang dan mengendap-endap di malam hari, lalu mengambil jagung-jagung Petani dan memakannya.

Keesokan harinya, Petani kaget saat melihat ladang jagungnya sudah berantakan dan banyak jagung yang hilang. Petani itu pun sangat sedih. Ia tidak jadi memanen jagungnya. Namun, ia menyusun rencana untuk menangkap hewan yang mencuri di ladang jagungnya. Ia memasang penjerat hewan di setiap tanah di ladang jagungnya. Sehingga jika datang lagi, maka hewan itu akan masuk penjerat. Malamnya, ia tidur di ladang jagung dan bersembunyi.

Monyet pencuri datang lagi untuk mencuri jagung-jagung itu. “Beruntungnya aku karena petani jagung itu belum memanen jagungnya. Aku bisa makan dengan kenyang lagi malam ini.”

Monyet masuk ke ladang jagung. Namun, baru beberapa langkah, sebuha tali menjerat kakinya. Ia terangkat dan lonceng yang disiapkan Petani berbunyi.

Petani bergegas menuju sumber suara. Petani melihat Monyet pencuri itu, lalu di bawanya ke rumah. Sejak itu, Monyet pencuri itu tinggal di dalam kurungan.

Nasihat :Mencuri adalah perbuatan tercela dan merugikan orang lain.