Raksasa dan Pangeran Labu

Pada zaman dahulu, ada sebuah keluarga miskin yang tinggal dipinggir desa. Keluarga ini belum mempunyai anak. Di dalam hutan, ada raksasa yang dikenal bisa mengabulkan semua permintaan. Karena ingin mempunyai anak, mereka pun datang ketempat raksasa itu.

“Aku akan memberikan anak. Tapi, kalian harus menyerahkan anak itu kepadaku setelah usianya dua puluh tahun,” kata Raksasa.

“Baiklah, kami sanggup menerima syaratmu,” jawab si Ayah.

“Hohoho! Baguslah. Pulanglah kalian sekarang. Dalam perjalanan pulang, kalian akan melihat sebuah labu yang besar di tengah jalan. Ambillah labu itu. Bukalah labu itu di rumah. Kalian akan mendapatkan bayi,” ucap si Raksasa.

Raksasa benar, mereka menemukan sebuah labu kuning yang besar di tengah jalan.

Sesampai di rumah, mereka membelah labu dan mendapatkan seorang bayi laki-laki kecil. Mereka  menamainya Pangeran Labu.

Pangeran Labu tumbuh menjadi pemuda yang kuat dan berani. Banyak orang suka kepadanya karena suka membantu orang lain. Tubuhnya tegap dan kekar.
Tidak terasa, usia sang Pangeran hampir mencapai dua puluh tahun. Besok adalah hari ulang tahunnya yang kedua puluh.

“Pangeran Labu, ada sesuatu yang harus kami bicarakan,” ucap si Ibu. “Kau harus tau, bahwa asal usulmu yang sebenarnya adalah berasal dari sebuah labu. Dulu, kami tidak bisa mempunyai anak. Jadi, kami pergi ke Raksasa dan meminta bantuannya. Ia memberikan labu yang berisi kamu di dalamnya. Namun, Raksasa menginginkan agar kami membawamu kepadanya saat usiamu dua puluh tahun.

“Tenanglah, Ayah, Ibu. Besok, aku akan pergi menyerahkan diri kepada Raksasa. Aku akan mengalahkannya, lalu kembali kepada kalian,” ucap Pangeran Labu tegas.

Keesokan harinya, ia pergi ke tempat si Raksasa. Setelah bertemu, ia berkata, “Sebelum kau menyantapku, hadapilah aku dulu!”

Raksasa tersinggung dengan ucapan Pangeran Labu. Ia langsung mengangkat tubuh Pangeran Labu ke atas. “Hohoho. Kau pemuda pemberani, namung sayang tak punya kekuatan yang melebihi kekuatanku!”

Pangeran Labu kesakitan karena cengkraman Raksasa. Ia berusaha mengambil pedang dari dalam sakunya dan melemparkannya ke Raksasa. Raksasa kesakitan terkena pedang sang Pangeran. Pangeran labu jatuh ke tanah.

Pangeran labu lalu berlari sekuat tenaga. Raksasa mengejarnya walau dengan penglihatan yang kabur karena matanya terluka. Namun, sang Pangeran terhenti karena berada di jalan buntu. Di depannya ada jurang yang sangat dalam.

Raksasa segera menyerang dengan membabi buta. Pangeran Labu dengan cepat menghindari serangan itu. Raksasa kehilangan keseimbangan tubuhnya. Raksasa itu jatuh ke jurang yang dalam.

Pangeran Labu akhirnya selamat dari si Raksasa. Ia merasa bersyukur dan kembali kepada kedua orang tuanya.


Nasihat :Jadilah anak yang pemberani dan tidak lari dari masalah. Percayalah pada kekuatan diri sendiri