Peri Penjaga Hutan

Disuatu hutan lebat, tinggallah segerombolan peri penjaga hutan. Suatu hari, ada pembangunan proyek yang dilakukan oleh manusia. Banyak pohon hutan yang ditebang. Para peri penjaga hutan marah. Para peri segera berkumpul dan mengadakan musyawarah.

“Kita tidak bisa membiarkan manusia menebang pohon-pohon di hutan ini lagi!” Peri hijau berbicara. Ia membangkitkan semangat peri-peri lainnya. Ia adalah pemimpin peri penjaga hutan.
“Setuju! Tapi, apa yang harus kita lakukan?” tanya salah satu peri.

“Kita harus memikirkan cara untuk membuat manusia sadar akan kelakuan buruk mereka. Kita harus membuat mereka jera untuk tidak mau menebang pohon lagi di hutan,” jawab Peri Hijau.

“Aku punya ide!” Peri kuning tunjuk tangan. Semua melihat kepadanya.
“Apa?” tanya para peri.
“Pertama, kita peringatkan manusia untuk tidak menebang pohon lagi di hutan ini. Jika tidak mau, kita buat banjir berkepanjangan di desa. Agar mereka tahu apa dampak dari penebangn pohon yang mereka lakukan,” jelas Peri Kuning.
“Setuju!” semua peri setuju. Setelahnya, mereka menemui orang yang menyuruh  penebangan hutan.

“Ada apa kalian datang, para peri?” sambut pimpinan proyek penebangan. Perutnya besar dan matanya merah menakutkan. Para peri tidak suka melihatnya.

“Kami keberatan atas tindakan penggundulan hutan yang kalian lakukan. Kami perintahkan untuk menghentikannya. Jika tidak, akan terjadi sebuah bencana besar di desa,” ucap salah satu peri.
“Hahaha. Tidak bisa. Kami telah menguasai hutan ini. Kalian tidak bisa melarang kamu untuk berhenti. Masih banyak pohon yang tersisa di hutan ini. Jadi, tidak akan terjadi bencana. Desa kami adalah desa yang makmur dan subur, “ kata pimpinan itu tidak percaya.
“Tidakkah kamu paham bahwa tindakanmu ini bisa membuat banjir besar? Tanah tidak akan bisa menahan air hujan. Jika banjir terjadi, tempat tinggal kalian akan hilang!” jawab para peri. Namun, nasihat itu sama sekali tidak didengar.

Saat itu juga, para peri penjaga hutan mengeluarkan kekuatannya. Sebuah getaran mengguncang terjadi, hingga para penebang hutan berhenti bekerja. Suara petir keras menggelegar, kilat menyambar dimana-mana. Hujan tiba-tiba datang dengan sangat deras hingga tujuh hari tujuh malam. Desa itu mengalami kebanjiran yang sangat hebat.


Nasihat :Kita harus menjaga alam dengan baik. Sebab, alam adalah tempat tinggal kita semua. Lestarikan alam agar kita bisa mewariskan dunia yang nyaman kepada anak cucu kita nanti.