Mengakali Anak yang Jahat

Dahulu kala, hiduplah seorang yang kaya raya. Ia memiliki harta yang banyak. Namun, karena merasa sudah tua, ia membagikan harta warisan kepada anak-anaknya. Sebelum mendapat harta warisan, anak-anaknya berlomba-lomba untuk mencari perhatiannya dan berbuat baik padanya. Tapi, setelah ia membagikan harta warisan, semua anaknya tidak peduli lagi padanya dan malah mengacuhkannya. Ia merasa sangat sedih.

Suatu hari, ia bertemu dengan seorang teman. Ia bercerita mengenai kesedihannya. Temannya mempunyai ide. Temannya berpura-pura datang ke rumahnya untuk mengantarkan empat kantung berisi kerikil dan pasir.

Temannya itu mengatakan kepada anak-anak si orang kaya bahwa kantung itu berisi emas dan uang. Mengetahui bahwa ayah mereka memiliki emas dan uang yang banyak, mereka kembali mendekati dan memperhatikan ayahnya. Namun, sang Ayah mengatakan bahwa ia tidak akan membagi harta itu lagi sebelum ia meninggal.

Akhirnya, suatu hari sang Ayah meninggal. Dengan tidak sabar, anak-anaknya membuka keempat kantung harta. Alangkah terkejut dan kecewanya mereka saat melihat isi kantung itu ternyata kerikil dan pasir. Mereka pun sadar bahwa ayahnya telah memberi pelajaran berharga pada mereka.




Nasihat :Kita harus selalu menghormati orang tua bagaimana pun keadaannya. Miskin ataupun kaya, kita harus selalu menyayangi orang tua kita karena merekalah yang telah merawat dan membesarkan kita.