Bunga Bangkai

Bunga Bangkai hidup bersama bunga-bunga lainnya disebuah taman yang indah. Namun, karena berbau tidak sedap, bunga-bunga lain tidak ada yang mau dekat dengannya.

Mosi adalah sahabat dekat Bunga Bangkai. Ia adalah rumput liar yang tumbuh disekitar Bunga Bangkai. Ia yang selalu menemani Bunga Bangkai setiap harinya.

Suatu hari, Peri jahat turun dari langit dan memeriksa semua bunga. Ia ingin menghancurkan taman bunga. Ia tidak suka melihat bunga yang cantik dan harum. Maka, ia menebarkan sihir yang membuat semua bunga menjadi layu.

Karena Bunga Bangkai berada di sudut serta tidak cantik dan harum, Peri jahat tidak menyihirnya. Peri jahat bahkan tidak ingin mendekatinya karena baunya tidak sedap. Setelah menyihir, Peri Jahat kembali ke langit.

Sekarang, taman bunga sudah hancur. Selain Bunga Bangkai, semua bunga sudah layu. Bunga Bangkai merasa sangat sedih. Walau selama ini teman-temannya tidak pernah baik kepadanya, namun ia tetap menyayangi mereka. Ia pun berbicara kepada Mosi, rumput liar disekitarnya.

“Apa yang harus kita lakukan? Lihatlah, semua bunga menjadi layu dan mati. Ini karena ulah Peri Jahat,” ucap Bunga Bangkai. Ia benar-benar merasa sedih dan menyesal karena tidak bisa melakukan apa-apa untuk menolong temannya.

“Jangan bersedih, Bunga Bangkai. Mungkin itu adalah hukuman bagi mereka. Mengapa engkau memikirkan bunga-bunga yang tidak pernah mau menjadi temanmu itu? Bukankah seharusnya kau senang jika mereka layu dan mati? Tidak ada yang akan mencemooh dan menjelekkanmu lagi,” kata Mosi.
“Sungguh, baik sekali hatimu,” kata Mosi.

Disela pembicaraan mereka, Peri baik datang ke hadapan Bunga Bangkai. “Aku adalah Peri Baik. Hanya kau yang selamat dari sihirnya. Bunga Bangkai, kau memiliki hati yang baik dan ingin menolong teman-temanmu. Kau memiliki kekuatan dalam dirimu untuk melawan Peri Jahat. Kau bisa menghilangkan sihir Peri Jahat dengan menebarkan aroma khasmu keseluruh taman bunga ini. Dengan cara itulah, sihir dari Peri Jahat akan hilang.”

Peri Baik lalu terbang ke angkasa dan menghilang. Bunga Bangkai dan Mosi saling berpandangan. Lalu, Bunga Bangkai mengeluarkan bau tak sedap dari tubuhnya. Bau itu merebak keseluruh taman bunga. Ajaib, satu persatu bunga yang layu yang terkena sihir itu kembali mekar. Tak lama, taman bunga kembali seperti semula.

Para Bunga sangat berterima kasih kepada Bunga Bangkai. Mereka akhirnya menyadari perlakuan buruk mereka terhadap Bunga Bangkai. Sejak saat itu, semua orang memuji nama Bunga Bangkai.


Nasihat:Jangan pernah mencemooh orang lain. Karena bisa jadi orang lain yang kita cemooh itulah yang akan menyelamatkan hidup kita nanti. Hargailah pribadi satu sama lain.